Dua peneliti Institut Max-Planck Jerman, Mikhail Eremets and Ivan Troyan, mengadakan penelitian untuk dapat mengubah gas hidrogen menjadi logam. Belum pernah ada yang menggunakan elemen yang terbanyak di alam semesta ini untuk diubah jadi logam.
Untuk merubah hidrogen menjadi metal atau logam diperlukan pengukuran yang sangat tepat. Seperti kualifikasi logam pemanas, di mana logamnya harus menghantarkan listrik dan dengan panas yang tepat. Selama percobaan yang telah dilakukan, belum ada yang pernah mencapai hasil seperti Mikhail dan Ivan.
Untuk mengubah hidrogen, mereka menempatkan hidrogen di wadah mekanik alumna-epoksi yang kemudian diletakkan dalam sel berlian anvil. Hal ini memungkinkan mereka untuk menguji ketahanan listrik melalui laser dan elektroda. Lalu, temperatur ruangan mereka tekan sampai 220 gigapaskal sehingga menunjukkan sifat konduktif. Setelah sifat konduktif mulai tampak, mereka menurunkan suhu hingga minus 400 derajat dan tekanan dinaikkan hingga 260 gigapaskal.
Home » Posts filed under Sains dan Teknologi
Showing posts with label Sains dan Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Sains dan Teknologi. Show all posts
Asal-usul Bahasa Indonesia
Bahasa Melayu diketahui sebagai akar dari lingua franca Indonesia. Sutan Takdir Alisjahbana, dalam bukunya Sedjarah Bahasa Indonesia, mengutarakan bahasa Melayu memiliki kekuatan untuk merangkul kepentingan bersama sehingga untuk dipakai di Nusantara.
Menurut Alisjahbana, persebarannya juga luas karena bahasa Melayu dihidupi oleh para pelaut pengembara dan saudagar yang merantau ke mana-mana. "Bahasa itu adalah bahasa perhubungan yang berabad-abad tumbuh di kalangan penduduk Asia Selatan," tulisnya. Faktor lain, bahasa Melayu adalah bahasa yang mudah dipelajari.
Pada era pemeritahan Belanda di Hindia, bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa resmi kedua dalam korespondensi dengan orang lokal . Persaingan antara bahasa Melayu dan bahasa Belanda pun semakin ketat. Gubernur Jenderal Roshussen mengusulkan bahasa melayu dijadikan sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah rakyat.
Menurut Alisjahbana, persebarannya juga luas karena bahasa Melayu dihidupi oleh para pelaut pengembara dan saudagar yang merantau ke mana-mana. "Bahasa itu adalah bahasa perhubungan yang berabad-abad tumbuh di kalangan penduduk Asia Selatan," tulisnya. Faktor lain, bahasa Melayu adalah bahasa yang mudah dipelajari.
Pada era pemeritahan Belanda di Hindia, bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa resmi kedua dalam korespondensi dengan orang lokal . Persaingan antara bahasa Melayu dan bahasa Belanda pun semakin ketat. Gubernur Jenderal Roshussen mengusulkan bahasa melayu dijadikan sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah rakyat.
Banyak Konsumsi Ikan Menurunkan Risiko Stroke
Penelitian-penelitian terbaru menemukan, orang yang makan ikan beberapa kali dalam seminggu lebih berkurang berisiko terkena serangan stroke.
Kesimpulan ini berdasarkan lima belas studi yang telah dilakukan di beberapa negara; Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan China. Penelitian yang mengukur frekuensi penduduk di negara-negara tersebut dalam hal konsumsi ikan sebagai makanan sehari-hari ini memperoleh hasil berupa data dari sekitar 400.000 orang dalam rentang umur 30 hingga 103 tahun.
Berdasarkan tiap-tiap studi itu diketahui pula, bahwa kandungan asam lemak omega-3 dalam ikan kemungkinan besar dapat mengurangi risiko stroke, karena dampak positifnya terhadap tekanan darah dan kolesterol.
Kesimpulan ini berdasarkan lima belas studi yang telah dilakukan di beberapa negara; Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan China. Penelitian yang mengukur frekuensi penduduk di negara-negara tersebut dalam hal konsumsi ikan sebagai makanan sehari-hari ini memperoleh hasil berupa data dari sekitar 400.000 orang dalam rentang umur 30 hingga 103 tahun.
Berdasarkan tiap-tiap studi itu diketahui pula, bahwa kandungan asam lemak omega-3 dalam ikan kemungkinan besar dapat mengurangi risiko stroke, karena dampak positifnya terhadap tekanan darah dan kolesterol.
Deteksi Penyakit Lewat Warna dan Bau Urin
Warna dan bau tertentu pada urin bisa menjadi tanda-tanda sejumlah penyakit, mulai dari infeksi sampai kanker.
Analisis terhadap urin untuk mengetahui kondisi kesehatan dilakukan lewat proses yang disebut "urinalisis". Proses tersebut dilakukan untuk mengetahui zat-zat yang terkandung dalam urin. Itulah sebabnya dokter kerap meminta pasien melakukan tes urin meski pasien tidak memiliki keluhan yang berkaitan dengan urin. Lewat urin, dokter dapat mengetahui berbagai hal yang terjadi di dalam tubuh.
Perbedaan warna dan bau urin bisa dipengaruhi berbagai faktor mulai dari hal-hal biasa, seperti makanan dan obat, sampai hal-hal luar biasa seperti infeksi atau kanker. Contohnya, urin berwarna kemerahan wajib diwaspadai. "Jika ada darah dalam urin, meski hanya sekali, segera temui dokter," kata Marshall Stoller, profesor urologi dari University of California, San Francisco. "Bisa saja itu bukan pertanda apa-apa, tapi bisa jadi itu adalah indikasi awal batu ginjal atau bahkan kanker."
Analisis terhadap urin untuk mengetahui kondisi kesehatan dilakukan lewat proses yang disebut "urinalisis". Proses tersebut dilakukan untuk mengetahui zat-zat yang terkandung dalam urin. Itulah sebabnya dokter kerap meminta pasien melakukan tes urin meski pasien tidak memiliki keluhan yang berkaitan dengan urin. Lewat urin, dokter dapat mengetahui berbagai hal yang terjadi di dalam tubuh.
Perbedaan warna dan bau urin bisa dipengaruhi berbagai faktor mulai dari hal-hal biasa, seperti makanan dan obat, sampai hal-hal luar biasa seperti infeksi atau kanker. Contohnya, urin berwarna kemerahan wajib diwaspadai. "Jika ada darah dalam urin, meski hanya sekali, segera temui dokter," kata Marshall Stoller, profesor urologi dari University of California, San Francisco. "Bisa saja itu bukan pertanda apa-apa, tapi bisa jadi itu adalah indikasi awal batu ginjal atau bahkan kanker."
Bayi Bisa Rasakan Sakit Sebelum Lahir
Studi terbaru dari para ilmuwan di Inggris, yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology terbaru 8 September, memberi petunjuk bahwa kebanyakan bayi dapat merasakan sakit (bahkan) beberapa minggu sebelum dilahirkan.
Riset mendapat kemajuan signifikan, karena ilmuwan berhasil menemukan hipotesis waktu yang tepat selama proses perkembangan bayi selagi dalam kandungan, saat di mana ia mulai dapat membedakan sentuhan dasar dengan stimuli yang memberikan rasa sakit.
Untuk menentukan kapan bayi mulai dapat merasakan sakit, ilmuwan memonitor aktivitas otak janin bayi melalui EEG. Studi dilakukan terhadap 46 bayi di sebuah rumah sakit di Bloomsbury, London, yang 21 di antaranya lahir prematur. Dengan demikian ilmuwan mampu mengamati tahap-tahap perkembangan ketika bayi memasuki usia 28 minggu hingga 37 minggu (bayi tidak prematur umumnya lahir menjelang minggu ke-37).
Riset mendapat kemajuan signifikan, karena ilmuwan berhasil menemukan hipotesis waktu yang tepat selama proses perkembangan bayi selagi dalam kandungan, saat di mana ia mulai dapat membedakan sentuhan dasar dengan stimuli yang memberikan rasa sakit.
Untuk menentukan kapan bayi mulai dapat merasakan sakit, ilmuwan memonitor aktivitas otak janin bayi melalui EEG. Studi dilakukan terhadap 46 bayi di sebuah rumah sakit di Bloomsbury, London, yang 21 di antaranya lahir prematur. Dengan demikian ilmuwan mampu mengamati tahap-tahap perkembangan ketika bayi memasuki usia 28 minggu hingga 37 minggu (bayi tidak prematur umumnya lahir menjelang minggu ke-37).
Penelitian Menunjukkan Relawan Lebih Panjang Umur
Sebuah hasil studi menunjukkan bahwa orang-orang yang menolong dengan alasan yang berfokus pada orang lain, bisa hidup lebih lama dibanding orang-orang yang tidak suka menolong. Akan tetapi, jika kegiatan menolong dilakukan dengan fokus diri sendiri, "bonus" umur panjang tidak akan berlaku.
Penelitian yang dilakukan oleh Sara Konrath bersama rekan-rekannya dari University of Michigan mengambil sampel acak sebanyak 10.317 orang dari Wisconsin Longitudinal Study. Para partisipan merupakan lulusan SMA tahun 1957, pada tahun 2008 usia mereka sekitar 69 tahun, dan sekitar setengah dari mereka adalah perempuan.
Pada 2004 para partisipan didata seputar seberapa sering mereka menjadi relawan dalam 10 tahun sebelumnya. Mereka juga ditanyai alasan menjadi relawan, atau jika ada yang belum pernah dan baru berencana menjadi relawan, apa alasan yang memotivasi rencana mereka.
Hasilnya, beberapa partisipan menyatakan alasan mereka lebih berorientasi pada orang lain, seperti "saya rasa menolong orang lain itu penting" atau "menjadi relawan adalah kegiatan penting untuk orang-orang yang saya kenal baik". Akan tetapi ada juga responden yang jawabannya lebih berorientasi pada diri sendiri seperti "menjadi relawan merupakan pelarian yang baik untuk masalah yang saya alami," atau "menjadi relawan membuat saya merasa lebih baik."
Penelitian yang dilakukan oleh Sara Konrath bersama rekan-rekannya dari University of Michigan mengambil sampel acak sebanyak 10.317 orang dari Wisconsin Longitudinal Study. Para partisipan merupakan lulusan SMA tahun 1957, pada tahun 2008 usia mereka sekitar 69 tahun, dan sekitar setengah dari mereka adalah perempuan.
Pada 2004 para partisipan didata seputar seberapa sering mereka menjadi relawan dalam 10 tahun sebelumnya. Mereka juga ditanyai alasan menjadi relawan, atau jika ada yang belum pernah dan baru berencana menjadi relawan, apa alasan yang memotivasi rencana mereka.
Hasilnya, beberapa partisipan menyatakan alasan mereka lebih berorientasi pada orang lain, seperti "saya rasa menolong orang lain itu penting" atau "menjadi relawan adalah kegiatan penting untuk orang-orang yang saya kenal baik". Akan tetapi ada juga responden yang jawabannya lebih berorientasi pada diri sendiri seperti "menjadi relawan merupakan pelarian yang baik untuk masalah yang saya alami," atau "menjadi relawan membuat saya merasa lebih baik."
Laser Bisa Digunakan untuk Menurunkan Hujan Buatan
Obsesi manusia untuk membuat hujan buatan terus berlanjut. Kini, para peneliti mengatakan bahwa mereka bakal bisa menciptakan titik-titik air dengan menggunakan sinar laser berkekuatan tinggi.
Menggunakan teknik yang disebut dengan laser-assisted water condensation (pengembunan air dibantu laser), tim peneliti dari Inggris tersebut juga bisa mengungkap rahasia siklus air dan membantu manusia memutuskan kapan dan di mana hujan bisa diturunkan.
Teknik ini terbilang segar dan "aman". Sebelumnya, ide membuat hujan buatan dengan teknik "mengumpan awan" dipandang tidak ramah lingkungan. Pasalnya, partikel kimia yang digunakan dalam proses itu (es kering dan perak iodida) dianggap tidak ramah lingkungan. Sementara teknik laser ini menggunakan tingkat kelembapan dan kondisi atmosfer yang alami untuk menciptakan titik-titik air.
"Laser bisa digunakan secara terus-menerus, mudah diarahkan, dan tidak menyebarkan perak iodida dalam jumlah banyak ke atmosfer," kata ahli fisika Jerome Kasparian dari University of Geneva. Teknik ini, imbuhnya, juga memungkinkan kita menghidup-matikan laser kapan pun kita mau, memudahkan dalam mengevaluasi dampak-dampaknya.
Antena Ponsel Dijahit di Baju
Antena yang berfungsi sebagai penguat sinyal ponsel kini bisa dijahit di baju. Antena seperti ini diklaim memiliki daya jangkau empat kali lebih besar. Demikian hasil temuan teknologi terbaru tim peneliti dari Ohio State University.
Purwarupa dari antena model baru ini dibuat dari lapisan plastik dan benang logam. Hasil penelitian yang dilaporkan di jurnal IEEE ini diklaim memiliki daya jangkau empat kali lebih besar dibanding antena serupa yang dipasang di tubuh. Implementasinya bisa dalam beberapa bidang, tapi diutamakan untuk bidang militer.
"Tujuan utama kami adalah untuk meningkatkan ketahanan komunikasi dan mobilitas prajurit," kata Chi-Chih Chen, salah seorang peneliti. "Tapi teknologi ini juga bisa digunakan untuk petugas kepolisian, pemadam kebakaran, astronot, atau siapa pun yang tidak ingin tangannya memegang antena sehingga tetap bisa melakukan pekerjaan lain."
Purwarupa dari antena model baru ini dibuat dari lapisan plastik dan benang logam. Hasil penelitian yang dilaporkan di jurnal IEEE ini diklaim memiliki daya jangkau empat kali lebih besar dibanding antena serupa yang dipasang di tubuh. Implementasinya bisa dalam beberapa bidang, tapi diutamakan untuk bidang militer.
"Tujuan utama kami adalah untuk meningkatkan ketahanan komunikasi dan mobilitas prajurit," kata Chi-Chih Chen, salah seorang peneliti. "Tapi teknologi ini juga bisa digunakan untuk petugas kepolisian, pemadam kebakaran, astronot, atau siapa pun yang tidak ingin tangannya memegang antena sehingga tetap bisa melakukan pekerjaan lain."
Indra Penciuman Bekerja Berdasar Subjektivitas
Para peneliti menemukan suatu fakta menarik. Bau tertentu bisa menyebabkan orang merasa senang atau sebaliknya, tergantung soal persepsi serta preferensi (kesukaan) pribadi.
Dapat timbul reaksi berbeda untuk bau/aroma yang sama, karena pengaruh subyektif tiap-tiap orang. Penemuan ini, yang ditulis dalam jurnal Nature Neuroscience 26 September, mengungkapkan korelasi tersebut secara ilmiah melalui percobaan.
Walau demikian, bau yang alami terdiri dari banyak molekul. Misalnya, aroma yang dilepas mawar tersusun atas 172 molekul berbeda. Tapi akhirnya yang dominan adalah aroma yang menjadi substansi terkuat.
Tim riset dari Departemen Neurobiologi The Weizmann Institute pimpinan Profesor Noam sobel ini menyimpulkan, kalau respons saraf terukur (intensitasnya) ketika mencium aroma yang disukai atau tidak disukai.
Dapat timbul reaksi berbeda untuk bau/aroma yang sama, karena pengaruh subyektif tiap-tiap orang. Penemuan ini, yang ditulis dalam jurnal Nature Neuroscience 26 September, mengungkapkan korelasi tersebut secara ilmiah melalui percobaan.
Walau demikian, bau yang alami terdiri dari banyak molekul. Misalnya, aroma yang dilepas mawar tersusun atas 172 molekul berbeda. Tapi akhirnya yang dominan adalah aroma yang menjadi substansi terkuat.
Tim riset dari Departemen Neurobiologi The Weizmann Institute pimpinan Profesor Noam sobel ini menyimpulkan, kalau respons saraf terukur (intensitasnya) ketika mencium aroma yang disukai atau tidak disukai.
Subscribe to:
Posts (Atom)















